merdekanews.co
Minggu, 02 Maret 2025 - 19:10 WIB

Fiersa Besari Selamat, Ini Penyebab Dua Pendaki Puncak Carstensz Meninggal Dunia

Jyg - merdekanews.co
Dua wanita pendaki Puncak Carstensz meninggal dunia. (Foto: istimewa)

Jakarta, MERDEKANEWS -- Pendaki gunung Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono meninggal dunia di Puncak Carstensz atau juga dikenal dengan Puncak Jaya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Polisi menduga, keduanya meninggal karena hipotermia.

"Iya, benar (dugaan sementara karena hipotermia)," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo saat dihubungi, Minggu (02/03).

Beny mengatakan para korban juga diduga mengalami acute mountain sickness (AMS) atau kondisi yang terjadi saat pendaki berada atau bermalam di ketinggian tertentu.



Benny menjelaskan, para pendaki berangkat dari bandara Timika menuju Yelow Valley dengan menggunakan Helikopter pada Rabu (26/2), pukul 07.00-09.50 WIT. Lalu, pada Jumat (28/2), diinformasikan bahwa dua orang dari rombongan korban mengalami gejala AMS.

"Tepat pada hari Jumat (28/2), para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean, dan informasi dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang sudah berhasil turun menyampaikan bahwa, semua sudah di summit atau puncak dan ada 2 orang Indira dan Saroni terkena gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sedangkan tim tamu dan guide berada sebelum tyrollean," jelasnya.

Benny menyampaikan, salah seorang pendaki dari grup korban bernama Nurhuda tiba di basecamp sendirian dengan gejala hipotermia dan langsung meminta bantuan. Saat itu Guide Yustinus Sondegau naik ke atas untuk membawa bantuan emergency, mulai sleeping bag, fly sheet, hingga air panas.

"Dengan cepat, satu orang guide internasional, Dawa Gyalje Sherpa naik untuk melakukan pertolongan, dan pendaki Poxy menginformasikan bahwa Dawa telah menghubungi basecamp, dan sudah bertemu serta sedang menangani salah satu dari ibu-ibu," ujarnya.

Benny menambahkan saat itu salah seorang pendaki mencoba membantu korban Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono di Teras Dua yang sedang mengalami AMS. Namun nahas, kedua korban dinyatakan meninggal dunia.

"Pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa, 2 (dua) orang ibu-ibu tersebut yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia. Pendaki Huda naik kembali ke teras dua untuk mencoba membantu pendaki Egi, dan teman-teman di Summit Ridge," jelasnya.



SAR sebelumnya mengungkap ada 13 orang lainnya dalam rombongan pendakian tersebut. SAR mengungkap mereka dipastikan selamat. “Sementara (pendaki lain) dalam keadaan baik,” kata Kepala Kantor SAR Mimika I Wayan Suyatna saat dihubungi, Minggu (02/03).

Wayan mengatakan, dari rombongan tersebut, termasuk penyanyi Fiersa Besari. Dari data yang diterima, ada tiga orang warga negara asing (WNA) yang ikut serta dalam rombongan tersebut. "Ya infonya begitu (Fiersa Besari ada dalam rombongan). Karena saya belum ketemu langsung," ujarnya.

Wayan mengatakan proses evakuasi terhadap korban meninggal ataupun pendaki lainnya dihentikan sementara lantaran masalah cuaca. Para pendaki saat ini tengah berada di basecamp Lembang Kuning. "Dihentikan sementara dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan rencana pelaksanaan evakuasi dilanjutkan pada besok hari," tuturnya.

(Jyg)





  • Anak Gunung Dituding Rusak Ekosistem Gunung Merbabu  Anak Gunung Dituding Rusak Ekosistem Gunung Merbabu  Ekosistem di Gunung Merbabu rusak. Para pendaki atau biasa disebut anak gunung dituduh sebagai penyebab kerusakan. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) menutup semua jalur pendakian Gunung Merbabu untuk umum pada 1-28 Februari 2018. Ini dilakukan untuk pemulihan ekosistem gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.