
Jakarta, MERDEKANEWS -- Media sosial tengah dihebohkan video viral seorang pria yang mengaku membeli sepatu sepak bola dari luar negeri, tetapi dikenakan bea masuk jauh lebih tinggi dari harga sepatu yang dibeli.
Melalui akun TikTok @radhikaalthaf, pria tersebut menceritakan dirinya membeli sepatu sepak bola seharga Rp 10,3 juta, tetapi bea masuknya mencapai Rp 31,81 juta. Pria tersebut mempertanyakan bagaimana Bea Cukai melakukan perhitungan bea masuk.
"Gua beli sepatu ini harganya Rp 10,3 juta, shipping Rp 1,2 juta, total Rp 11,5 juta. Kalian tahu bea masuknya berapa? Rp 31,8 juta, itu perhitungan dari mana," kata pemilik akun @radhikaalthaf, dikutip Selasa (23/04).
Berdasarkan perhitungannya menggunakan aplikasi Bea Cukai mobile, dengan menjumlahkan pungutan bea masuk 25%, PPh impor, dan PPN, total bea masuk dan pajak yang harus dibayarkan untuk barang yang dibelinya sebesar Rp 5,89 juta. "Mana ada sih bea yang lebih besar dari harga barangnya," ucapnya heran.
Pihak Bea Cukai juga langsung menanggapi postingan tersebut melalui akun X @beacukaiRI. Menurutnya, jasa kiriman yang digunakan yaitu DHL memberitahukan CIF atau nilai pabean atas barang tersebut US$ 35,37 atau Rp 562.736. Informasi tersebut kemudian digunakan oleh Bea Cukai untuk penetepan nilai barang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, nilai CIF-nya adalah US$ 553,61 atau Rp 8.807.935.
"Atas ketidaksesuaian tersebut, dikenakan sanksi administrasi berupa denda sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 96 Tahun 2023 Pasal 28 bagian kelima, Pasal 28 ayat 3," tulis @beacukaiRI.
Perinciannya, bea masuk dan pajak impor dari sepatu tersebut adalah bea masuk 30% Rp 2.643.000, PPN 11% Rp 1.259.544, dan PPh Impor 20% Rp 2.290.000, dan sanksi administrasi Rp 24.736.000 dengan total tagihan Rp 30.928.544.
-
Antusiasme Rakyat Hadiri Gelar Griya Presiden Prabowo Tepis Narasi Provokasi di Medsos antusiasme warga tersebut bertolak belakang dengan yang digambarkan di media sosial X.
-
Ridwan Kamil Respons Isu Perselingkuhan Hingga Mempunyai Anak: Fitnah Keji Bermotif Ekonomi! Saya perlu sampaikan bahwa, ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang
-
Ngabuburit Jadi Lebih Seru Nonton Serial Drama Berdurasi Lebih Panjang dari Kreator dan Publisher Ternama di TikTok Ngabuburit Jadi Lebih Seru Nonton Serial Drama Berdurasi Lebih Panjang dari Kreator dan Publisher Ternama di TikTok
-
Viral Ornamen Penyu di Sukabumi Rusak: Dari Bambu dan Kardus, Telan Biaya Rp15,6 Miliar? Kerusakan tersebut disorot terutama karena narasi patung itu dibangun dengan biaya Rp15,6 miliar
-
Luruskan Pernyataan Kalau Perlu Jangan Balik Lagi, Wamenaker Malah Bilang Begini Dia menegaskan tetap bertanggung jawab atas pernyataanya itu